free flash stats Carlo Ancelotti Berhak dan Bisa Saja Memilih Pensiun

Carlo Ancelotti Berhak dan Bisa Saja Memilih Pensiun

Carlo Ancelotti telah mengatakan keinginannya setelah dia dipecat dari pelatih Bayern Muenchen. Dia menyebutkan jika dia bakal absen setidaknya 10 bulan dalam dunia kepelatihan sebelum ia memikirkan kembali langkah berikutnya yang bakal dia ambil. Namun, memilih pensiun pun merupakan langkah yang juga dapat dia ambil.

Ancelotti juga mengakhiri karirnya sebagaii pelatih Muenchen lebih cepat. Kekalahan 0-3 dari PSG di pertandingan kedua Liga Champions 2017/18 jadi pemicu berakhirnya perjalanan Ancelotti dengan tim yang bermarkas di Stadion Allianz Arena itu.

Dengan begini, kemudian muncul berbagai spekulasi yang berhubungan dengan masadepan pelatih asal Italia itu. Ada yang menyebutkan kembali ke Liga Inggris, ada pula yang mengabarkan bahwa dia besar kemungkinan pulang ke pelukan AC Milan, menyusul Milan kini sedang dalam periode sulit dengan pelatih Vincenzo Montella.

Menjadi seorang pelatih bulan pekerjaan yang mudah. Ada sangat banyak tekanan serta tantangan yang wajib dipenuhi pada waktu bersamaan. Seperti halnya dengan suatu tekanan yang tengah dialami pemain sepakbola, dengan menjadi manager, seseorang bisa mendapat tekanan yang sangat berat, khususnya untuk pelatih klub.

Media The Telegraph pernah memberitakan soal perubahan wajah dari para pelatih menyusul dengan berbagai tugas berat yang sedang mereka jalani dalam tim masing-masing, seperti Giofranco Zola, Paul Lambert, Pep Guardiola, Jose Mourinho, hingga Luis Enrique yang wajahnya cukup berubah saat melakoni pekerjaan sebagai pelatih sepakbola. Mereka terlihat stres, khususnya pelatih-pelatih yang menangani tim papan atas Liga Eropa.

Pada usia Ancelotti yang tak muda lagi, yakni 58 tahun, dia berhak melakukan penyegaran supaya pikirannya  bisa lebih tenang serta rileks, bila nantinya dia masih memiliki niat untuk melatih klub kembali. Josep Pep Guardiola ialah pelatih yang pernah melakukan hal ini. Dia menepi sebentar dari dunia sepakbola. Selepas memetik kesuksesan dengan FC Barcelona, dia beristirahat setidaknya satu tahun, kemudian kembali melatih di tahun 2013 lalu dengan melatih Bayern Muenchen.

Ancelotti pun juga dapat meniru apa yang sudah dilakukan Guardiola. Selepas menepi 10 bulan, dengan pikiran yang segar, dia dapat kembali melatih tim pada level tertinggi. Dia juga masih dapat menggapai torehan lain dalam karir kepelatihannya.

Tapi bila sudah merasa lelah, Ancelotti dapat saja memutuskan pensiun. Jarak 10 bulan yang dia canangkan itu bisa dia ganti dengan memilih pensiun dari dunia kepelatihan.

Kini pilihan ada pada tangan Ancelotti sendiri. Selepas 10 bulan menepi dari karir kepelatihan, kembali menjadi pelatih klub merupakan opsi yang bisa dijalankan Ancelotti. Itu pun dengan catatan jika dirinya masih kuat serta mampu bertahan dengan tingkat stres dan tekanan besar melakoni pekerjaan sebagai pelatih sepakbola.