free flash stats Impresif Di Babak Kualifikasi Tidak Berarti Apa-Apa Untuk Inggris

Impresif Di Babak Kualifikasi Tidak Berarti Apa-Apa Untuk Inggris

Akhirnya timnas Inggris memastikan jatah tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, Rusia. Kemenangan 1-2 dari Slovenia, Jumat 6 Oktober 2017, menjadi pelicin langkah Inggris untuk terbang ke Rusia.

Sebetulnya, momen tersebut pantas untuk dirayakan. Tapi, publik Wembley Stadium memilih untuk bersikap biasa menyambut keberhasilan itu. Tak ada wajah kebahagiaan dari ribuan pendukung Inggris pada situasi yang membahagiaan tersebut. sebelum laga bubaran, suporter pun justru meninggalkan kursi dan menuju pintu keluar.

Ada rasa kurang puas yang mereka rasakan ketika melihat laga tersebut. satu hal wajar sebab Inggris tampil tidak maksimal di pertandingan kontra Slovenia. Gaya bermain mereka sangat membosankan sampai membuat pertandingan terasa sangat monoton.

Penonton yang jenuh akhirnya membuat sebuah ‘troll’ guna menghibur diri yang sudah terjebak pada situasi yang membosankan. Dimulai masuknya salah satu penonton keatas lapangan, kemudian dilanjut dengan pesawat dari kertas yang mereka terbangkan kearah lapangan.

Dari banyaknya pesawat kertas itu, ada satu yang menyita perhatian, sebab pesawat itu mendarat dengan melewati gari gawang timnas Inggris yang dikawal Joe Hart. Para suporter pun langsung menyambut dengan suka cita selayaknya merayakan gol. Bisa dikatakan itu merupakan manifestasi kritikan dari gaya bermain Inggris yang begitu membosankan. Walau kenyataanya Harry Kane berhasil memecah kebuntuan pada masa perpanjang waktu untuk memberikan kemenangan untuk Inggris.

Pelatih Gareth Souhgate sangat mengerti dengan rasa kecewa suporter Inggris. Melawan Slovenia yang levelnya ada dibawah mereka, tentunya harapan untuk bermain lebih bagus serta menciptakan banyak gol menjadi ekspetasi dari ribuan suporter di pertandingan itu.

“Saya rasa orang-orang itu ingin menuju stadion melihat tim kami membuat banyak gol serta terhibur. Sudah jelas ini diluar ekspetasi, sebab seharusnya kami bisa bermain lebih bagus,” ungkap Southgate seperti dikutip ESPN FC,

Kekecewaan suporter di pertandingan kontra Solvenia itu bisa dikatakan sebagai bentuk rasa khawatir kepada perjalanan Inggris di ajang Piala Dunia 2018 mendatang. Untuk Inggris sendiri, mereka memiliki tradisi mulus di kompetisi Piala Dunia. Sejak tahun 1998 silam, mereka belum pernah absen pada turnamen sepak bola terbesar di bumi ini. tapi tak ada prestasi membanggakan yang dapat mereka raih seperti pada tahun 1996 silam, saat itu Inggris sukses menjadi juara.

5 pertandingan terakhir timnas Inggris di ajang Piala Dunia hasilnya tak pernah sesuasi dengan harapan. Prestasi paling tinggi cuma menggapai fase perempat final pada tahun 2002 serta 2006 lalu. Setelah itu, Inggris mangalami penurunan prestasi puncaknya ialah di ajang Piala Dunia 2014, Brasil. Perjalanan The Three Lion hanya mentok di babak grupp saja. Hasil itu semakin membuat julukan “qualifier specialist” makin mantap disandang Inggris.