free flash stats Peran penting Neymar dalam produktivitas PSG

Peran penting Neymar dalam produktivitas PSG

Paris Saint Germain kini menjadi pusat perhatian banyak orang lantaran kegiatan mereka di jendela transfer musim panas kemarin. Setelah merekrut Dani Alves secara gratis dari Juventus serta Yuri Berchiche (Real Madrid), kemudian PSG melakukan gebrakan dengan merekrut Neymar Jr dari Barcelona dengan nilai 200 juta euro, masih belum puas, yang terakhir PSG merekrut bintang AS Monaco, Kylian Mbappe.

Edinson Cavani bisa dikedepankan sebagai pemain yang mempunyai peran dalam hal produktivitas tim sampai saat ini. Striker berdarah Uruguay tersebut  tercatat sebagai top skor PSG dengan raihan 11 gol disemua ajang kompetisi.

Hal wajar menyusul Cavani adalah penyerang utama PSG, peran Cavani didalam kotak pinalti tim lawan guna menyambut bola umpan yang dilancarkan oleh rekan satu timnya. Ini berarti Cavani dinilai berpengaruh, tapi hanya sebagai eksekutor bukan sebagai kreator.

Membahas gaya pemainan PSG, pelatih Unay Emery lebih kerap memakai formasi 4-3-3. Operan-operan pendek jadi ciri khas yang dilakukan untuk membantu serangan. Dengan pola seperti itu, penguasaan bola jadi hal yang diwajibkan Emery pada tim arahannya itu. Mantan pelatih Sevilla tersebut tidak sembrono untuk bisa menginstruksikan anak buahnya melakukan serangan yang bersifat sporadis. Emery memiih menginstruksikan timnya untuk bermain dengan bola pendek.

Walau proses serangan di lini kanan dan kiri seimbang, tapi ada kecenderungan jika Neymar jadi tumpuan PSG saat membangun serangan. Dalam 6 laga yang dia jalani disemua kompetisi, rataan Neymar melakukan dribel sebanyak 105.85 kali per laga, unggul dari Mbappe (68 sentuhan), Cavani (94 sentuhan), dan Di Maria (92 sentuhan).

Walau pos aslinya ialah winger kiri, tapi Neymar merupakan pemain yang memiliki mobilitas sangat tinggi. Kemampuan itu juga disadari betul oleh Emery yang membuat dia tak terlalu menekankan pergerakan Neymar yang harus ada di sayap kini. Hal ini berarti, selain impresif di lini kiri, dia juga kerap melakukan pergerakan ke kanan atau bahkan ke tengah.

Neymar juga menjadi pemain yang mempunyai pengaruh besar dalam meningkatkan produkvitas PSG.

Pentingnya peran Neymar untuk produktivitas PSG dapat dilihat, ketika mereka gagal mencetak gol saat melawan Montpellier di matchday ke 7 Ligue 1.

Ketika itu, Neymar tidak diturunkan kedalam daftar pemain inti lantaran mendapat cedera. Ketiadaan Neymar memang tak membuat mereka kehilangan kendali permainan. Mereka tetap tampil menyerang serta menguasai pertandingan.

Tercatat mereka mengoleksi 75% ball possesion. Tapi apa arti penguasaan bola jika pada akhirnya mereka tak ada satu golpun yang sukses mereka cetak. Jangankan gol, tembakan mengarah ke gawang juga sangat minim. Hanya satu saja tembakan ke gawang yang dapat mereka lakukan di pertandingan itu.