free flash stats Reiss Nelson nyaris bergabung dengan tottenham

Reiss Nelson nyaris bergabung dengan tottenham

Semenjak periode pra musim ini, nama Reiss Nelson jadi lesatan anyar. Untuk para suporter Arsenal, menyaksikan Nelson bertanding merupakan kesenangan tersendiri, jika masa depannya juga terjamin. Akan tetapi, tahukah kalian bahwa dalah kehidupan berbeda, Reiss Nelson dapat saja bergabung ke Tottenham Hotspurs?

Benar, pemain yang masih berusia 17 tahun itu sempat lebih dekat ke Spurs daripada Arsenal. Bisa dibilang, talenta Nelson malah lebih dulu ditemukan oleh para pencari bakat Tottenham. Tepatnya saat dia masih berumur 9 tahun dan sedang membela sebuah tim di kawasan yang bernama Catford.

“Ketika itu saya masih berumur 9 tahun dan saya bertanding untuk sebuah kesebelasan di kawasan Catford. Saat itu, setiap hari saya bangun pagi, serta memakai kereta api, dengan kakak saya, kami bakal pergi menuju Catford seminggu tiga kali,” ujar Nelson pada Arsenal Weekly Podcast.

“Saya bermain di klub tersebut sekitar dua bulan, nama tim tersebut adalah Moonshot FC. Ketika itu saya sedang dipantau oleh pencari bakat milik Tottenham. Mereka masih terus mengamati saya, sekitar 3 atau 4 minggu lamanya, sebelum telepon datang dari tim lainnya, Arsenal. Pertemuan pertama dengan perwakilan Arsenal, mereka mengatakan bahwa ingin mendatangkan saya. Jadi itu merupakan hari dimana hari paling indah untuk saja. Saya tak berpikir dua kali,” imbuhnya lagi.

“Saya juga suporter Arsenal.  Semua orang yang ada di keluarga saya merupakan fans Arsenal. Jadi keputusan saya ini bukanlah keputusan yang sulit,” tegasnya.

Sebuah keputusan yang tentu tak akan dia sesali. Kepergian Alex Oxlade Chamberlain ke Liverpool seperti menjadi berkah sendiri untuk pemain asal Inggris itu. Walau sekarang ini dia harus bermain di posisi bek sayap kanan, dia tetap bersyukur karena mendapat menit bermain yang banyak dengan skuat inti.

Bersama skuat inti The Gunners, Nelson telah bertanding dalam 5 laga, di ajang Piala Liga Inggris dan Liga Eropa. Kesempatan ini wajib dimanfaatkan dengan sebaik mungkin karena di masa depan, dia tidak mungkin bermain di posisi bek sayap kanan. Talenta besarnya bakal terbuang sia-sia jika tak berperan lebih banyak pada sepertiga akhir lapangan.

Sekarang ini, tugas utama untuk Nelson adalah belajar lebih giat agar perkembangannya tak terhambat. Adaptasi dengan skuat inti juga berjalan dengan lancar. Pemain dengan kemampuan skill mumpuni ini mengatakan jika pemain senior begitu membantunya saat proses adaptasi ini.

“Alex Iwobi selalu membantu saya saat adaptasi. Dia sering sekali membuat lelucon serta pasti memastikan kabar saya. Serta Alexandre Lacazette orang yang sangat baik, Hector Bellerin, Mesut Ozil juga sama, mereka adalah pemain yang sangat menerima kedatangan saya sebagai pribadi serta sebagai pesepakbola,” tutupnya.