free flash stats Salah satu tulang punggung Brasil di Rusia ada pada diri Alisson Becker

Salah satu tulang punggung Brasil di Rusia ada pada diri Alisson Becker

Bukan hal yang sulit menyebutkan bakat-bakat hebat di sepakbola Brasil. Dari era Pele, sampai sekarang Neymar Jr. Brasil tak pernah kekurangan talenta-talenta terbaiknya.

Mundur jauh, pertandingan kala itu dihelat di Piala Dunia 1950 dengan Brasil sebagai tuan rumah. Semuanya percaya, hari tersebut merupakan waktu yang pas untuk merengkuh gelar, apalagi berlaga di kandang sendiri.

Tapi, yang berpesta bukan tuan rumah, Alcides Ghiggia jadi aktor antagonis dengan menciptakan gol bagi kemenangan Uruguay pada menit-menit akhir pertandingan. Kehidupan Moacyr Barbosa, kiper Brasil saat itu, tak pernah sama selepas kejadian itu. Dia dianggap menjadi kambing hitam dengan gagalnya Brasil keluar sebagai juara. Barbosa juga sering mendapatan perilaku kurang meyenangkan serta dianggap tak pantas memakai kostum timnas Brasil.

Pada kompetisi Piala Dunia 2014 dengan Brasil menjadi tuan rumah. Kali ini giliran timnas Jerman yang mengalahkan Brasil dengan skor telak 7-1. Akhirnya, perjalanan tuan rumah berhenti di babak semi-final.

Terlalu naif memang bila hanya mengkambinghitamkan Julio Cesar dengan kekalahan telak tersebut. Banyak alasan yang membuat Brasil tak berdaya dihadapan Jerman. Ironisnya lagi, Brasil saat itu masih mempercayakan kiper pada pemain yang berumur 35 tahun ‘cuma’  bermain di kompetisi MLS dengan Toronto FC saat itu.

Pada musim 2016/17 bukan waktu yang menyenangkan untuk Alisson Becker. Berkarir di Italia, ia rela jadi opsi kedua selepas Wojciech Szczesny. Sedikitnya menit bermain dengan AS Rma membuat banyak pihak mempertanyakan penyebab Tite tetap mempercayakan posisi kiper pada Alisson.

Dalam 16 laga yang dia jalani di babak kualifikasi Piala Dunia 2018, Rusia, Alisson sukses mengoleksi clean sheets dalam 9 pertandingan, serta hanya kemasukan 9 kali.

“Saya sudah membuktikan kalau tanpa bertanding untuk tim saya, saya masih bisa melakukan pekerjaan hebat dengan Brasil. Ini memang sulit, namun kita tetap bermain dengan tantangan. Harapan pada semua pemain pastinya sangat tinggi, serta saya bakal bekerja keras memenuhi harapan itu,” ujar  Alisson.

Di musim ini juga menjadi kesempatan apik untuk Alisson guna membungkam pihak yang meragukan kualitasnya. Selepas Szczesny memilih bergabung dengan Juventus, otomatis Alisson menjadii kiper utama skuat Roma. Performa impresif Alisson dengan timnas pun juga berlanjut ke level klub.

Dia sukses mencatatkan clean sheets 9 kali dalam 14 pertandingan. Performa apiknya  ini juga sukses memuncaki tabel klasemen Liga Champions. Walau tergabung dengan tim besar seperti Chelsea dan Atletico Madrid. Roma belum menelan kekalahan di 4 pertandingan. Hal tersebut tidak lepas dengan impresifnya performa Alisson.

Alisson diharapkan mampu menjaga konsistensinya disepanjang musim ini. Selain itu juga konsistensinya bakal membuat dia jauh lebih mudah menyegel tempat di Rusia nanti.