free flash stats Tersisih dari Liga Eropa, dana 150 juta pounds Everton terbuang sia-sia

Tersisih dari Liga Eropa, dana 150 juta pounds Everton terbuang sia-sia

Everton resmi tersisih dari ajang Liga Eropa musim ini. Kepastian tersebut didapatkan selepas mreka kalah saat melawan tuan rumah Olympique Lyon dengan skor telak 3-0 di matchday ke 4 Grup E. Dana senilai 150 juta pounds yang telah dihabiskan untuk merekrut sejumlah nama baru pun terbilang percuma.

Tim asal Merseyside yang baru saja mendepak pelatihnya, Ronald Koeman tersebut, kembali lagi dihadapkan dengan kritikan yang serupa dari awal musim ini. Everton kini dihantui fakta bahwa mereka gagal untuk menemukan juru gedor pengganti Romelu Lukaku, yang lebih memilih untuk bergabung dengan Manchester United, Koeman juga menghabiskan dana lebih dri 152 jut pounds pada jendela transfer musim panas lalu guna membuat timny terlihat lebih mewah.

Akan tetapi, musim ini belum berjalan separuhnya, tim yang berjuluk The Toffes tersebut sudah berkabung dengan jurang degradasi di ajang Liga Inggris. Dalam 9 pertandingan di kompetisi domestik, mereka cuma memenangi2 pertandingan, yang berujung dengan pemecatan Koeman.

Caretaker skuat muda Everton, yakni David Unsworth, diberikan kepercayaan untuk bisa mengambi alih kemudi untuk sementara waktu. Tapi, di laga hidup mati di markas Lyon, Unsworth tidak memperlihatkan keunggulan taktik ketimbang Koeman.

Sebaliknya, Unsworth justru membuat geram para suporter Everton di sosial media. Malah Unsworth memilih untuk tak menurunkan satu striker murni samasekali. Entah apa yang saat itu ada di dalam kepala Unsworth, sebab dia memakai skema dasar 4-3-3, dengan Gylfi Sigurdsson jadi motor serangan Everton.

Bila tujuannya bermain defensif, formasi Unsworth cuma bertahan setengah babak saja. Sedangkan Lyon memang belum bisa menjebol jala Everton di babak pertama. Akan tetapi, selepas turun minum, gaya permainan yang cenderung pengecut tersebut akhirnya mengalami akibatnya. 3 gol tuan rumah mengalir deras, terlebih setelah tidak ada usaha Everton untuk bermain lebih agresif.

Ironisnya lagi, malah selepas Unsworth memainkan penyerang mudanya, Domicic Calvert Lewin, gawang Everton yang dikawal oleh Jordan Pickford mulai bisa ditembus oleh para pemain tuan rumah. Bertrand Traore membuka keunggulan untuk Lyon di menit ke 67, kemudian disusul gol milik Houssem Aouar 8 menit berselang. Perlawanan tim tamu jadi semakin berat selepas Morgan Schneiderlein menerima kartu merah di menit ke 79.

Akhirnya Lyon menutup pesta golnya dengan gol pamungkas yang diciptakan mantan penyerang Manchester United, yakni Memphis Depay di menit ke 87. Kekalahan 3-0 ini tak hanya membuat mau The Toffes, namun juga membuat kesempatan mereka melaju ke fase selanjutnya sudah tertutup.

Dengan kemmenangan ini, Lyon pun bersanding dengan Atalatan yang berada di pucuk klasemen sementara Liga Eropa Grup E. Lyon dan Atalanta mengumpulkan masing-masing 8 poin. Mereka juga berpeluang besar untuk lolos ke fase berikutnya, sebab Apollon Limssol yaang ada di posisi kedua hanya mengumpulkan 3 poin.